Berdasarkan
uraian diatas telah kita ketahui betapa pentingnya peranan
korespondensi dalam menunjang aktifitas bisnis perusahaan, berikut ini
adalah beberapa hal yang perlu dikemukakan berkaitan dengan ‘tata cara dan etika’ dalam korespondensi bisnis, antara lain :
- Isi Surat
Tujuan
dari setiap korespondensi adalah mengkomunikasikan atau menyampaikan
pesan, amanat, berita maupun informasi dan data kepada relasi bisnis
kita dengan baik dan benar serta dengan cara yang sopan. Pada dasarnya
‘isi surat’ yang baik harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut :
a. Jelas, isi pesan dan berita yang disampaikan
b. Tepat (data & informasi), terlebih apabila menyangkut angka-angka.
c. Benar (tata bahasanya) serta singkat padat penyampaiannya.
- 2. Bahasa yang Baik dan Benar
Kata-kata, kalimat dan bahasa yang dipakai dalam korespondensi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Jelas
ejaannya, biasakan menggunakan kata-kata yang tepat untuk konteks
kalimat tertentu, jika diperlukan anda dapat menggunakan kamus untuk
mencari kata-kata yang tepat (terutama untuk korespondensi yang
berbahasa Inggris)
b. Tidak
menggunakan kata-kata yang mempunyai arti ganda dan bias menimbulkan
kerancuan salah penafsiran yang membingungkan penerima surat.
c. Gunakan
tata bahasa yang runtut dan tidak perlu menambahi dengan embel-embel
dan basa-basi yang tidak diperlukan. Pada dasarnya gramatika bahasa
Inggris hamper sama dengan bahasa Indonesia,
karena itu jika kita dapat menyusun kalimat bahasa Indonesia yang baik
dan benar, maka akan sangat mudah untuk dapat ditrabslate atau
diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan baik dan benar pula.
- 3. Tulis dan Ketik yang Rapi
Ingatlah selalu bahwa surat
yang kita kirimkan akan mencerminkan citra diri dan kepribadian kita.
Ketikan atau tulisan yang rapi akan memberikan kesan bahwa penulis surat itu atau orang yang menandatangani surat itu adalah seorang yang teliti, bersih, rapih dan efisien. Hindari penggunaan penghapus (tip-ex) atau correction pen, karena surat bisnis resmi harus bias menampilkan ketelitian dan keprofesionalan pengirimnya.
- 4. Perhatikan Tata Letak Surat
Susunan isi surat dan lay outnya pada umumnya dapat dibagi-bagi dalam beberapa bagian sebagai berikut :
Ruang referensi, ruang nama & alamat, kalimat pembuka, Isi surat,
kalimat penutup, nama pengirim, tanda tangan pengirim dan jabatan
pengirim.
- 5. Membaca Kembali (Koreksi)
Sebelum anda mengirimkan atau menandatangani surat tertentu, terlebih dahulu luangkan waktu anda untuk membaca kembali surat
tersebut, hal ini penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan fatal
yang seharusnya tidak perlu terjadi. Jika anda seorang manajer sebaiknya
jangan 100% percayakan urusan korespondensi kepada sekretaris anda,
telitilah sebelum surat tersebut anda tanda tangani, karena andalah yang
menjadi penanggung jawab atas isi surat itu, Ingatlah isi surat
tersebut kelak bisa dijadikan barang bukti di pengadilan apabila terjadi
perselisihan dan sengketa bisnis dengan relasi anda, oleh karena itu
baca lagi dan sekali lagi sebelum anda menandatanganinya.
- 6. Balas Segera
Usahakan membalas setiap surat yang masuk ‘segera’ setelah surat itu diterima. Apabila perlu surat
yang masuk dibalas pada hari yang sama. Jangan tunda hingga esok apa
yang bisa anda selesaikan hari ini. Mungkin sebagian besar pelanggan
memutuskan membeli produk dari perusahaan anda bukan atas dasar
pertimbangan harga atau mutu barang, namun lebih didasari oleh kecepatan
pelayanan dan perhatian kita terhadap kepuasan kebutuhan
pelanggan. Segeralah berikan respon jawaban atas pesanan yang masuk,
lazimnya jawaban sementara atas pesanan yang masuk meskipun hanya berupa
pemberitahuan bahwa surat pesanan yang dikirim pelanggan sudah kita
terima disebut Acknowlwdgement Receipt, selanjutnya paling lambat
7 hari kerja sejak surat pemesanan diterima kita sudah harus dapat
memberikan jawaban & kepastian tentang bisa tidaknya pesanan
tersebut dipenuhi.
Informasi Selengkapnya : http://askansetiabudi.com
Informasi Selengkapnya : http://askansetiabudi.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar