Beberapa survey mengenai transaksi bisnis
internasional menjelaskan bahwa sekitar 80% kegiatan komunikasi & Interaksi
bisnis ekspor-impor biasanya dilakukan melalui korespondensi (surat menyurat)
terutama melalui sarana teleks, faxcimili dan terutama sekali lewat e-mail.
Sedangkan sisanya biasanya dilakukan melalui negosiasi tatap muka langsung face
to face negotiation. Hal ini berarti bahwa korespondensi memegang peranan yang
amat penting dalam perdagangan international pada umumnya.
Hasil negosiasi tatap muka face to face negotiation
pada akhirnya juga akan dirumuskan dan didokumentasikan dalam bentuk surat
menyurat atau korespondensi. Karena hasil pertemuan tatap muka dari kedua belah
pihak yang bernegosiasi akan dituangkan dalam bentuk catatan notulen atau
minutes. Notulen sebagai catatan tertulis tersebut biasanya akan diparaf
(diberi initial) dari masing-masing pihak yang bernegosiasi, sebagai tanda
kesepakatan sementara.
Dengan demikian jelaslah bahwa kendatipun suatu transaksi
dilakukan dengan cara tatap muka, pada akhirnya tetap akan dirumuskan dalam
bentuk tertulis, atau dalam bentuk dokumen surat menyurat. Maka cara apapun
yang dipakai dalam transaksi apakah melalui korespondensi atau negosiasi tatap
muka, pada akhirnya korespondensi tetap akan memegang peranan yang terpenting,
sebab tanpa adanya korespondensi baik melalui media surat biasa, teleks,
faksimili, email, dll maka suatu transaksi perdagangan khususnya ekspor-impor
rasanya mustahil dapat dilaksanakan.
1.
Korespondensi
dan Citra Baik (Favourable Image)
Pada prakteknya hampir sebagian
besar relasi bisnis kita bisa jadi hanya mengenal perusahaan kita melalui
surat-surat (brosur, leaflet, price list) yang telah kita kirimkan. Mereka
tidak menganal kita secara pribadi atau personal. Oleh karena itu, desain
bentuk dan isi surat mulai dari kop surat, isi surat dan bahasa yang digunakan
akan menjadi cerminan awal dari eksistensi perusahaan kita.
Citra perusahaan pada tahap awal
perkenalan mungkin sekilas hanya diwakili oleh bentuk sampul amplop ataupun kop
suratnya, oleh karena itu desain amplop maupun kop surat perlu dibuat dengan
desain yang anggun dan indah yang dapat memberikan informasi dasar mengenai
perusahaan, terutama yang dapat menunjukkan sejauh mana integritas dan
bonafiditas perusahaan.
2.
Korespondensi
dan Reputasi (Good Reputation)
Apabila perusahaan kita telah
mendapatkan pesanan pertama (first order = trial order) maka hal ini berarti
kita mulai memasuki tahap yang amat penting dalam kehidupan usaha bisnis
tersebut.
Pesanan pertama merupakan ujian atas
bonafiditas perusahaan, dan salah satu ukuran yang dapat dipakai adalah apakah
perusahaan dapat memegang komitmen, khususnya tentang tepat mutu dan tepat
waktu.
3. Korespondensi dan Kepercayaan
(Reliability)
Citra yang baik muncul dari
penampilan lahir yang baik, sedangkan reputasi yang baik akan terlahir dari
kemampuan perusahaan dalam memegang janji komitmen atau dalam menunjukkan
kinerja yang baik. Apabila perusahaan dapat mencapai kedua sasaran diatas maka
secara otomatis para pelanggan akan menaruh kepercayaan kepada perusahaan dalam
aktifitas transaksi bisnisnya.
Peranan korespondensi sangatlah
penting untuk dapat menunjang mewujudkan tercapainya ketiga sasaran tersebut
yaitu tercapainya : citra, reputasi dan kepercayaan dari mitra bisnis
perusahaan.
Informasi Selengkapnya : http://askansetiabudi.com
Informasi Selengkapnya : http://askansetiabudi.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar